Showing posts with label Lingkungan. Show all posts
Showing posts with label Lingkungan. Show all posts

Saturday, June 9, 2012

Banyak Anak Banyak Rezeki. Ngga juga tuh..


Beberapa masyarakat sempat "terhipnotis" dengan pernyataan "Banyak Anak Banyak Rezeki". Apa iya ? Masa sih ? Lalu masyarakat menilai pernyataan seperti itu dari sudut pandang mana ?

Tuesday, June 5, 2012

Harga Diri Seorang Pria adalah BEKERJA


Apa iya Harga Diri Seorang Pria adalah BEKERJA ?
ah.. ngga juga tuh... banyak yang ngga kerja, tapi tetap mempunyai harga diri. Tapi menurut gua harga diri sisi mana ya ?

Kakak Ipar yang Sok Gaul, tapi minus Pengetahuan

Gua punya kakak ipar cewek, dia no 4 di atas bini gua, kalo bicara soal pergaulan dan dandan serta ngeceng, dia jagonya. Pakaian serba necis dan baru, HP tiap 3 bulan sekali kalo gua liatin selalu ganti, tapi sayangnya HP murahan yagn di bawah 500rb-an.. wakakakkay..

Judi... oh... Judi

Ya.. sebuah permainan yang bisa membuat orang (sebagian) lupa diri dan bahkan bisa membuat gila.
Kenapa saya membuat judul "Judi... oh Judi...", ini semata-mata karena kisah nyata di lingkungan tempat kerja saya.

Sunday, May 13, 2012

Penggunaan Istilah “Secara” Dalam Bahasa Gaul

Belakangan ini saya sering mendengar suatu percakapan yang menggunakan kata “secara” sebagai pengganti kata “karena” Misalnya: “Saya lebih memilih Joni dibanding Anto, secara Joni lebih baik dalam berperilaku dan memiliki senyum yang menawan.” atau "Sorry gua ngga bisa dateng neh ntar malem, secara gua lagi sibuk ngurusin kerjaan", "Gua juga ngga mungkin ngejar2 dia terus, secara dia juga udah ngga perhatian lagi ama gua", dan lain-lain


Saya tidak tahu sejak kapan muncul istilah yang menurut saya baru dan tidak baku dalam tata bahasa Indonesia. Kata “secara” dalam tata bahasa Indonesia yang baku ada 4 definisi, seperti yang tertulis di Kamus Besar Bahasa Indonesia, yaitu:
1. Berarti “sebagai” atau “selaku” misalnya: “Hendaknya kamu bertindak secara laki-laki.”
2. Berarti “menurut” dalam hal ini berhubungan dengan adat dan kebiasaan, misalnya: “Perkawinan Togar akan dilaksanakan secara adat di Medan.”
3. Berarti “dengan cara”, misalnya: “Kasus pembunuhan itu akan diselesaikan secara hukum.”
4. Berarti “dengan”, misalnya: “Tema itu diuraikan secara ringkas oleh Pak Tedy.”

Nah, tapi yang sering saya dengar belakangan kata “secara” memiliki arti yang bergeser dari keempat definisi di atas, yaitu memiliki definisi “karena”. Ya mungkin inilah yang disebut bahasa gaul, biar tidak merasa ketinggalan zaman kadang orang ikut-ikutan sok gaul. Budaya kita ini kan selalu niru-niru, ironisnya asal mengikuti tanpa mengerti maknanya sesungguhnya.

Pernahkah anda mendengarnya juga? Anda bisa berbagi juga apabila pernah mendengarnya. Bagi yang belum pernah mendengar, anda bisa coba amati percakapan yang ada di sekitar anda atau di radio juga sering terdengar penggunaan kalimat tersebut.

By: Budy Snake

Indonesian Language Observer

Saturday, May 12, 2012

Mati Lampu VS Mati Listrik

Pernah denger kan kalo pas PLN memutuskan arus listrik, banyak orang-orang yang berkata, "Yaa... mati lampu deh", "Eh.. di rumah lu mati lampu ngga ?", "PLN rese neh, matiin lampu nya lama banget", dan masih banyak lain nya.

Saya tertarik untuk mendeskripsikan kalimat "Mati Lampu" dan "Mati Listrik".

Jadi begini, banyak pas listrik mati, kawan-kawan saya berkata, "Mati lampu neh di rumah gua, jadi gua ngga bisa OL di fesbuk", terus gua jawab, "Oh.. gampang, lo beli aja lampu nya di warung, palingan ngga sampe 10 ribu, gua jamin lo bisa OL lagi dan kaga kegelapan", dia jawab, "Ah.. error lo, ngga nyambung". (dalam hati gua ngomong, "lha.. yang ngga nyambung sebenarnya siapa yaks.. ?").

Itulah penggalan percakapan gua dengan beberapa rekan-rekan yang kadang salah menafsirkan kalimat Mati Lampu dan Mati Listrik.

Penjabarannya secara logika adalah sebagai berikut (ini menurut versi gua yaks) :
- Mati Lampu = Dari kata yang terangkai saja sudah menjelaskan bahwa yang mati adalah lampu, entah putus atau sudah lama menyala, jadi seandainya terjadi mati lampu, solusinya adalah dengan membeli dan mengganti lampunya saja, dan dipastikan bisa menyala kembali.

- Mati Listrik = Nah.. ini yang seharusnya orang-orang bicarakan jika memang PLN memutuskan arus listrik. Jadi jika terjadi Mati Listrik, otomatis semua peralatan rumah tangga yang memakai sumber daya listrik, dipastikan tidak bisa aktif.

Nah, sudah jelas kan perbedaan antara Mati Lampu dan Mati Listrik ?

Jadi agar kalian tidak di ketawain orang-orang karena salah sebut, untuk kedepannya, gunakan 2 kalimat di atas tersebut sesuai dengan penempatannya.

Sunday, April 22, 2012

Main Bedug di Gang Rumah ? Punya Otak kah kalian ?

Main Bedug di Gang Rumah ? Punya Otak kah kalian ?

Tahun 2010 saya pernah nge-kos (ngontrak) kamar di daerah Percetakan Negara, Jakarta Pusat, tepatnya di depan kantor Percetakan Negara, Jakarta Pusat.

Nama gang nya tidak perlu di sebut, tapi saya rasa bagi kalian yang tahu daerah situ dan pernah ke sana, terutama menjelang malam takbiran, maka kalian akan mendengar sebuah dentuman suara bedug.